Antara Menulis, Menuliz, dan Menulist

The Red Pencil

Aku ingin menulis, tapi tidak dengan pensil merah

Tiba tiba saja akau ingin menulis. Diotakku sudah terekam banyak sekali contoh contoh tulisan, mulai dari yang seperti “goat”, got, kalen, kali, dan sungai. Tapi kenapa ya setiap kali ingin menulis, pikiranku jadi seperti usus buntu. Maunya dioperasi dulu baru beroperasi. Di tusuk tusuk “bukan dari belakang” baru bisa jalan.

Sesekali aku males, sebenarnya berkali kali, sampai aku ngadat pernah sampai sampai bertahun tahun. Bayangkan kalau mobil bertahun tahun ndak dipakai, sekali setater, nggereng, pintu putus, kaca pecah, ban meletus, konslet, kebakaran, lalu BUM! Yeah, tapi aku bukan mobil dengan onderdilnya yang bisa dicopot, tanganku masih nyambung samai sekarang, dan semoga sampai nanti masih nyambung.

Bagaimanapun, tiba tiba aku ingin menulis. Aku ingin, ingin sekali! Masalahku adalah keterbatasan, dan males tentu saja…

Ada solusi? Beri komentar ya!

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on May 24, 2011, in Entahlah, Humor. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: