Menulis, Bagiku, Semakin Tak Masuk Akal Saja!

The Black Cat

Yak yak, kamu!

Sebelum tulisanku ini, masalah tampaknya sudah menghilang lalu pulang. Tapi sayang, setelah ia pulang, makan, dan minum, ia pergi ke terminal lalu naik bus ke rumahku. Ia datang lagi!

Sekarang tebak saja, apa masalah baruku? Siapa yang bisa, angkat tangan!

Yak! Anda yang disebelah tempat sampah!

Yak yak, kamu!

Ya! Kamu, kucing hitam!

Ohohohoho, sayang sekali tebakan anda salah…

Masalahku bukan meooong, kucing.

Sudahlah… tak ada yang bisa kan?

Mari kita tengok apa masalahku.

Masalah pertamaku adalah aku bingung tentang hal apa yang aku akan tulis. Alhamdulillah, masalah itu sedikit terpecahkan dengan munculnya sedikit sekali ide. Masalah yang kedua, aku tidak bisa ngetik. Sebenarnya bisa sih, tapi benar benar menguras waktu, tenaga, dan pikiran

(lihat “Masalah, Kau Selalu Datang Tapi Sekarang Pulang” di baris paling bawah). Masalah yang ketiga, ketika aku mengetik, ideku boro boro terbang melayang ke angkasa. Hal ini benar benar menyebalkan!

Saat hatiku sebal campur aduk, masalah itu semakin senang tinggal di rumahku. Dan sekarang, si masalah  malah menelpon teman temannya buat berpesta di rumahku! Masalahku bertambah. Selain ideku sedikit, ideku mudah hilang, aku tidak bisa ngetik, dan konsentrasi pecah, aku mudah sekali malas.

Malas benar benar mengganggu. Kadang kadang aku ingin main game, tidur, makan, atau sekedar ngelamun dan hal hal yang gak jelas. Kesepian juga bisa membuatku malas. Tapi kalo di tengah pasar, bagaimana aku bisa santai menulis?

Menurut kucing hitam di sebelah tong sampah tadi, semua pertanyaanku sudah terjawab hanya dengan 1 kata: BERUSAHA KERAS! Maaf, cing. Berusaha keras itu 2 kata. Bodoh banget sih! Tapi sebenarnya, yang bodoh aku apa si kucing ya?

Tapi aku akui juga kalau si kucing itu bijaksana. Si kucing benar, aku harus berusaha. Aku harus berusaha melawan malasku, berusaha memeras otak jongkokku, berjuang untuk bisa membagi konsentrasi, dan berusaha agar aku bisa menanak nasi sendiri.

Kalau nanti nanti muncul masalah lagi, mungkin jawabannya akan sama. Memalukan.

Ya Allah, apa lagi yang akan hamba hadapi?

Ayah, ibu, support anakmu ya! Biarkan dia masuk dapur dan menanak nasi sendiri!

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on June 8, 2011, in Cerita, Entahlah, Humor, Masalah. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Wah begitu kalo diperhatikan yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: