Pesing + Pisang = Kamar Mandi

The Yellow BananaOrang yang keluar kamar mandi, bisa kita tebak bagaimana bentuk wajahnya. Hidungnya yang pesek kembang kempis menahan bau, matanya menyipit tanda tak kuat, maaf, apa singkek itu lemah?, lalu bisa juga kita lihat dari rambutnya yang hitam lurus seperti iklan rej*ice tiba tiba keriting, dan menurutku, dengan adanya hal hal seperti itu, salon salon kecantikan akan laris. Dari telinganyapun juga bisa kita lihat tanda tanda orang yang habis pergi ke kamar mandi. Seperti telinganya ada 2, telinganya lobang, telinganya bisa buat mendengarkan, dan telinganya penuh kuning kuning (yang terakhir itu aku banget). Dari sisi pipi, orang yang habis ke kamar mandi akan tampak merona karena tadi terjadi insiden, terpeleset lalu si pipi ini menubrukkan diri pada tembok. Dan yang terakhir, orang yang keluar dari kamar mandi pasti masih memiliki kepala.

Fenomena fenomena horror orang keluar dari kamar mandi sebenarnya msih ada banyak sekali. Mulai ada yang berkata: ih, jorrrooookk, adalagi: bechek, ada juga: gak ada ojyekk. Fenomena fenomena itupun masih sering tejadi dan seiring globalisasi berkembang, fenomena itu terus berkembang biak. Dan semua fenomena itu bisa kita sambung menjadi satu kata: kojok, kotor dan jorok.

Entah itu sudah takdir atau bagaimana, kamar mandi pasti identik dengan kekotoran dan kejijayan. Bahkan, kamar mandi bersih adalah termasuk hewan langka yang dilindungi dan bagi yang melindunginya mendapat hadiah. Menarik sekali.

Sekolahku, sekolah temanku, atau mungkin sekolahmu juga, kamar mandinya bau pesing dan ada sisa pisang. Maaf, ini memang jorok sekali tapi cukup menarik untuk dibahas. Nah, kenapa pisang sampai sampai ada dan tersisa di kamar mandi?

  1. Gayung tidak tersedia
  2. Air tidak tersedia
  3. Kloset tidak tersedia
  4. Kloset mampet
  5. Pet mampet
  6. Kran rusak
  7. Ada monyet ke kamar mandi, lalu pisangnya jatuh

Memikirkan sekolah dengan kamar mandi seperti ini, sang kepala sekolah semakin mengepalkan tangan dan siap meninju pisang pisang yang ada. Sang kepala sekolah sudah mencoba banyak cara dan hasilnya lumayan: sisa pisang makin banyak dan bau makin pesing.

Dari hasil penelitian itu, ternyata siswa juga menjadi faktor penting dalam peran penyisaan zat pisang di kamar mandi. Dalam hati nurani siswa itu sendiri juga perlu ditanamkan pohon pisang layaknya jalan berlobang. Pihak siswa harus sadar untuk tidak menyisakan pisang di kamar mandi, harus di makan sampai habis.

Kejadian penyisaan ini tidak jarang, bisa disebut sering, juga terjadi di kamar mandi guru. Oh, ini yang di maksud guru kencing berjalan, murid kencing berlari…guru mustinya kencing sambil duduk biar murid kencing sambil tidur.

Dalam kehidupan di sekolah, warga sekolah, masyarakat sekolah, rakyat sekolah, kadang kadang, bisa disebut tidak kadang tidak jarang, tidak peduli tentang fasilitas sekolah. Guru kencing nyentornya sedikit, murid kencing tidak disentor. Itulah, 2 unsur ini saling berkaitan. Tapi guru bukan satu satunya unsur yang bertanggung jawab atas muridnya, tata tertib sekolah juga berpengaruh.

Misalnya:

  1. kencing tidak disentor, emang guah pikirin? (ini contoh tata tertib yang berlaku di DPR)
  2. kencing harus disentor (ini juga peraturan yang ada di DPR, tidak ada sanksi)
  3. sentor kencingmu (ini peraturan guru bahasa Indonesia di DPR)
  4. kencing, sentor. Tidak, mati (ini Hitler sang diktator, terlalu happy ending)
  5. kencinglah (????)

sebenarnya aku bingung mau beri contoh yang benar. Susah juga ya buat peraturan tata tertib?

Yang jelas, sekolah juga harus meneliti ulang tata tertib. Dan semua unsur yang ada di sekolah juga harus bersatu melawan pisang dan pesing. Semua harus bertanggung jawab. Supaya terwujud sekolah wangi, harmonis, dan bebas pisang.

Lalu biarkan sang pisang berada di tengah jalan raya.

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on June 8, 2011, in Cerita, Entahlah, Humor, Kritik. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: