Monthly Archives: November 2011

Gimana Sih Pendidikan Militer Itu? (Part 2)

Salah satu mengangkat tangan dan menjelaskan: maaf kak, tapi seberapapun kita memaksa kawan kami untuk menghadiri ekstra ini, kalau hati mereka sudah berkata tidak mau, bagaimanapun, mereka juga tidak akan mau.

Tapi itu ekstra wajib dek! Masak ditinggalkan?

Entah bagaimanapun kalian harus mampu mengajak teman teman kalian. kata ‘entah bagaimanapun’ membuatku bertanya: masak menghalalkan segala cara kerena jumlah sedikit?

Dan itulah perdebatan antara adek dan kakak pramuka kita. Setiap pertemuan pramuka bisa dipastikan akan ada auman keras dan nada nada mengalun lirih dari seekor semut.

Kegiatan berlangsung dingin dan normal, tapi itu berubah seketika…

Dek saya mau tanya. Disini siapa yang bilang ke kantor kepala sekolah bahwa kakak bantara ini semena mena ?! Ngaku!

(kami diam, karena kami memang tidak tau?

Dek? Jawab! Ngaku! Read the rest of this entry

Advertisements

Gimana Sih Pendidikan Militer Itu? (Part 1)

Ini mungkin masih ada sangkut pautnya dengan “Bermain Pancasila“, post tentang pramuka sebelumnya. Dan mungkin juga cerita tentang pramuka ini akan berlanjut lama karena pramuka adalah hal paling galak disekolah…

Banyak dari teman temaku, ketika hari sabtu atau hari pengganti  lainnya jika pramuka diadakan pada hari selain sabtu, malas menjadi tamu bagi kakak kakak bantara.

Misal saja siang tadi…

Sekolahku berakhir pukul 9.45 pagi, dan itu adalah kabar yang sangat menggembirakan setelah sekian lama saya musti  jam 5 sore baru sampai di rumah. Namun, sedikit petir menyambar hawa perasaanku dan teman temanku: ekstrakulikuler pramuka tetap masuk!

Sekonyong konyong mereka berusaha mencapai mufakat. berkerumun satu sama lain, bergerombol untuk berdiskusi… Read the rest of this entry

“Saya tidak punya masalah dengan komersialisasi. Menurut saya, iklan bukanlah sesuatu yang jahat. Namun iklan tidak memiliki tempat di sini — tidak di Wikipedia”

The Wikimedia FoundationKamis, ibu guru biologi kami memberi amanat kepada kami dengan tugas tugas yang, bagaimanapun dan ini jujur, sedikit mengesalkan hatiku. Aku bosan sih, tapi bagaimana lagi?

Sebenarnya, ibu guru biologi kami memberi amanat sedikit sekali. namun, yaaaah, malas mulai menyergapku, mengepungku dari kanan, kiri. Jika tidak, depan belakang. Kalau belum mampu, atas bawah. Sudah. Dan akan seperti itu terus pola penyergapan kemalasan. Namun kepadaku, malas hanya butuh sekali tengok, ia mendapatakanku.

Tidak lama hari berselang, malasku mulai luntur (yaaaaahhhhh!!!!). Usahaku mengerjakan amanatpun mulai… Read the rest of this entry