Gimana Sih Pendidikan Militer Itu? (Part 2)

Salah satu mengangkat tangan dan menjelaskan: maaf kak, tapi seberapapun kita memaksa kawan kami untuk menghadiri ekstra ini, kalau hati mereka sudah berkata tidak mau, bagaimanapun, mereka juga tidak akan mau.

Tapi itu ekstra wajib dek! Masak ditinggalkan?

Entah bagaimanapun kalian harus mampu mengajak teman teman kalian. kata ‘entah bagaimanapun’ membuatku bertanya: masak menghalalkan segala cara kerena jumlah sedikit?

Dan itulah perdebatan antara adek dan kakak pramuka kita. Setiap pertemuan pramuka bisa dipastikan akan ada auman keras dan nada nada mengalun lirih dari seekor semut.

Kegiatan berlangsung dingin dan normal, tapi itu berubah seketika…

Dek saya mau tanya. Disini siapa yang bilang ke kantor kepala sekolah bahwa kakak bantara ini semena mena ?! Ngaku!

(kami diam, karena kami memang tidak tau?

Dek? Jawab! Ngaku!

(hening…)

Jujur aja dek!

(hening…)

Gak ada yang ngaku? Pengecut!!!

(Blar!!!! satu kata menusuk dari bantara kami. Kami tau sebenarnya mereka tidak ingin begitu)

Kemudian seseorang angkat tangan: Mungkin yang bilang seperti itu tidak masuk kak…

Mungkin! mungkin! yang past dek!

(hening kembali…)

Saya cuma pengen kalian jangan berani hanya di belakang saja! Kalo kakaknya salah, bilang aja salah! Kalau kalian tidak ingin menerima konsekuensi, bilang aja: Kak, kami tidak salah dan kami tidak ingin dikonsekuensi!

(kakak kami marah setengah hidup dan kami bingung ingin menjawab apa)

Pengecut kalian!

(oh, kakak kami….)

Kakak sebenarnya kami ingin menjabarkan hal hal yang mungkin belum kakak ketahui dengan kondisi yang green and cold:

  • Kakakku, sebenarnya penyebab jumlah pengikut ekstra pramuka makin sedikit karena semua pihak. tidak bisa salah satu disalahkan.
  • Dalam diri kami sendiri, ada kemalasan dalam diri kami karena dengan melepas ekstra pramuka yang kurang lebih memakan 3 jam ini, kami bisa meluangkan waktu untuk istirahat , mengerjakan tugas, atau yang lainnya karena selain hari itu hanya senin yang kami pulangnya lebih awal (jam 3 sore) dari selasa-kamis (jam 5 sore).
  • Ada juga sedikit ketakutan dengan auman auman kakak. Kak, dengan kemalasan kami saja sudah membuat ekstra ini menjadi bangkrut, apalagi dengan bentakan kakak yang membuat mental kami down, itu menyebabkan ekstra ini menjadi semakin bangkrut.
  • sebenarnya, inti masalah ini adalah jam 5 dan down mental
  • Tapi kami juga salah dengan ketidaksanggupan kami mnarik rasa takut dan malas dari diri sendiri

Dalam pikiranku, melayang layang hal yang seharusnya lebih menakutkan, lebih keras, lebih pedas dari hanya sekedar cuih atau poengecut: bagaiman seh pendidikan ala militer itu?

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on November 30, 2011, in Cerita, Entahlah, Kegiatan, Kritik, Motivasi, Tangis, Tugas and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: