Gimana Sih Pendidikan Militer Itu? (Part 1)

Ini mungkin masih ada sangkut pautnya dengan “Bermain Pancasila“, post tentang pramuka sebelumnya. Dan mungkin juga cerita tentang pramuka ini akan berlanjut lama karena pramuka adalah hal paling galak disekolah…

Banyak dari teman temaku, ketika hari sabtu atau hari pengganti  lainnya jika pramuka diadakan pada hari selain sabtu, malas menjadi tamu bagi kakak kakak bantara.

Misal saja siang tadi…

Sekolahku berakhir pukul 9.45 pagi, dan itu adalah kabar yang sangat menggembirakan setelah sekian lama saya musti  jam 5 sore baru sampai di rumah. Namun, sedikit petir menyambar hawa perasaanku dan teman temanku: ekstrakulikuler pramuka tetap masuk!

Sekonyong konyong mereka berusaha mencapai mufakat. berkerumun satu sama lain, bergerombol untuk berdiskusi…

Kamu masuk gak?

Masuk…. paling….

Gak usah aja lhoo!

Iya sih pengennya gitu…tapi…

Sudahlah, mumpung ini kesempatan untuk beristirahat dan bersenang senang…Kapan lagi kalau tidak sekarang?

Masuk e no nyapo? Nanti kalau dimarahi?

Biar saja, kan yang bolos juga banyak…. Gimana?

Pengen sih pengen, tapi…

Ayolah… demi kekompakan…lagian, tugasnya banyak

Ya sudahlah, aku juga butuh ngerjakan tugas…

Kuperhatikan percakapan temanku dari belakang jauh disana, telingaku masih sangat peka. Banyak yang merencanakan untuk tidak mengikuti ekstra wajib ini. Namun tidak kalah juga banyaknya yang sebenarnya takut kalau ndak masuk.

Kami, pengikut setia pramuka (sebenarnya tidak bisa dianggap setia, tapi jika ada pramuka, kemungkinan besar kami ada di dalamnya), sudah berkali kali mengajak dan meyakinkan teman kami yang takut. Masalahnya, jumlah pengajak dengan jumlah provokator ketidakmasukan adalah jauh lebih sedikit dari jumlah provokator. Bagaimana lagi? Kami menelan ludah…

Kegiatanpun dimulai…

Mulai terlontar pertanyaan pertanyaan dari kakak kakak yang membutuhkan mental dan alasan yang cukup untuk itu.

Dek, kenapa yang masuk sedikit sekali?

(Salah satu dari kami mengangkat tangan) Yang lain ada yang pulang, ada yang mengerjakan tugas, ada juga yang sekedar malas kak…

Tapi kok masih sedikit sekali yang datang? Belum diajak ya?

Sudah kak, tapi mereka tetap tidak mau…

Lalu apa usahamu agar mereka mengikuti ekstra ini? Apa kamu rela ekstra ini dibubarkan? Iya? Iya dek?

(kakak kami mulai memunculkan sedikit dari hawa kemarahan mereka. Nada bicaranyapun naik dan sedikit membentak bentak)

(dalam hati aku berkata iya. Karena, perlu diketahui, kami sering jadi korban auman. Kami juga sering push up karena salah dalam berbaris. Tapi bagaimanapun, pramuka tidak bisa bubar. Kamipun diam)

Kenapa diam saja? Ditanyai itu harus jawab!!

(mereka membentak bentak)

Serentak kami menjawab: tidak kak!

Lalu bagaimana ini kok sedikit sekali?

 

bersambung….(Part2)

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on November 30, 2011, in Cerita, Entahlah, Kegiatan, Kritik, Masalah, Tangis and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: