Aku Dan Katak

Mandi adalah salah satu kegiatan abstrak yang aku sering melakukannya. Melakukannya membuat aku terlena.Membuat aku lupa tentang apa yang harus aku lupakan. Membuat hidup ini lezat dan nikmat. Membuat berbagai kesan menantang di dalam hidup ini.

‘Sebenarnya’ aku ini laki laki (harusnya kata “sebenarnya” tidak perlu diketik, itu menimbulkan kesan bahwa aku ini perempuan.  Tapi ya sudahlah…Terlanjur…). Memang aku ini laki laki. Sejak lahir sampai posting ini aku posting, aku masih saja laki laki. Dan laki laki adalah identik dengan bau badan, keringat, bulu dan hal hal yang, menurut kamu hawa, ‘jorok’. Tapi aku berusaha menghilangkan anggapan kaum hawa tentang laki laki dan aku masih sebagai laki laki yang mutlak tanpa anggapan itu padaku. Aku ingin begitu.

Semakin hari aku semakin meningkatkan kualitas mandiku demi anggapan itu hilang. Berjuang di dalam kamar mandi dengan segenap jiwa: menyabun dengan serius, mengkremasi kutu kutu, memberi mulut sebuah busa putih akibat gesekan, dan banyak hal lagi yang sering aku lakukan demi anggapan itu.

Melihat efek yang ditimbulkan oleh mandiku, aku semakin bahagia. Bibir selalu tersenyum. Tangan selalu bergerak, berayun ayun. Mata tidak lagi sendu. Alis juga. Dan kakiku berubah menjadi dua(memang dari awal dua).

Namun, semakin mandiku ini berkualitas, semakin orang lain itu tidak senang denganku. Menurut orang orang, sejak aku berusaha menghilangkan anggapan itu, aku bermandi terlalu lama hingga membuat mereka bosan menunggu! Mereka anggap aku ini egois! Aaah… Ada saja resikonya… Entah kenapa, aku pura pura tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Ya aku memang egois!

Anggapan kepadaku bukan lagi soal hal hal jorok, tapi mulai pada sikap sikapku yang menurutku tidak menyebalkan, hanya saja membuat mereka kesal. Aku sadar itu! Aku membenarkan anggapan mereka. Tapi apa salahnya sih membuat mandi menjadi berkualitas? Apa buruknya? Apa?

Perlahan lahan aku mulai berpikir. Berpikir. Terus berpikir. Pada akhirnya pikiranku tidak sanggup menang atas keegoisanku. Mereka membuat kalut pikiranku dan menerbangkannya. Aku sedikit stress dengannya. Aku bingung.

Melihat pikiran pikiranku yang tak tentu, aku mandi berkualitas lagi. Seperti biasa 20 menit saja cukup. Aku buka pintu kamar mandi. Menutupnya kembali tentu saja. Lalu belum lama aku masuk, dan hampir mencantolkan handukku, aku melihat seekor katak di cantolan itu! Hah? Bagaimana katak bisa masuk kamar mandi yang tidak memiliki celah besar untuk seekor katak untuk dilewati? Bagaimana seekor katak bisa naik sampai cantolan handuk? Bagaimana seekor katak bisa tenang saja dengan manusia didekatnya? Bagaimana ini? Hatiku berontak: hai katak! Kenapa kau muncul pada saat yang tidak tepat? Aku ini sedang stress! Jangan kau bikin aku menjadi lebih stress lalu gila!

Tapi aku sudah terlanjur gila….

Aku kemudian keluar. Untung saja ruangan kosku ini memiliki 2 biji kamar mandi. Aku masuk kamar mandi kedua.

Seperti tentara,di samping pintu, punggungku menempel tembok. Aku menengokkan kepala dan kudorong pintu itu. Hmmmm… aman. Aku berbalik dan kepala kujulurkan kedepan dan menengok nengok…aman. Kakiku melangkah lebih jauh ke dalam kamar mandi. Kutengok bagian bagian yang mungkin seekor katak akan bertapa disana…aman. Tidak ada ekor katak yang nampak… aman.

Cukup bergetar hatiku dengan seekor katak. Meski begitu, sekarang lega juga. Stressku sedikit terobati dengan ketidak hadirannya. Meskipun begitu, saat meraih gayung kamar mandi… Oh… bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana sebuah gayung bisa luput dari pengecekanku? Oh, sial! Jiwaku tiba tiba lari entah kemana. Aku gugup! Gila! Bah! Aku terpedaya oleh seekor katak yang diam di dalam gayung!

Aku melompat dengan wajahku yang pucat pasi. Ya Allah, apa hidupku akan berkahir disini? Aku hampir menangis. Bukan saja hanya merasa jijik, ini juga membuatku takut setengah mati!

Katak itu berada di atas dinding bak mandi. Aku semakin lama semakin memperhatikannya. Tak lama dia meloncat kebawah. Aku kaget. Tapi, ini adalah kesempatanku untuk kabur dari ancaman seekor katak. Aku naik ke atas dinding bak mandi dan keluar. Yessss!!!

Aku sudah berada diluar kamar mandi dan secepat mungkin kukunci pintu kamar mandi, Mati kau katak! Aku menang!

Mulai saat itu, aku memiliki rasa benci terhadap gayung dan kamar mandi. Rasa ingin menghapus anggapan jorok dari kaum hawa perlahan lahan kalah dengan rasa ingin pergi dari ancaman seekor katak. Bahkan aku pernah tidak mandi 5 hari berturut turut!

Saat ditanya: hei, kenapa tiba tiba tak mau masuk kamar mandi? Ada apa dengan mandi berkualitasmu?

Jawabannya mudah saja: mandi, jika dengan katak, apa bisa bersih?

Itu hanya untuk menjaga namaku (licik sekali, don’t try this at home) dan lari dari kejaran pertanyaa. Tapi bagaimanapun, temanku bingung. Apa hubungan kamar mandi dengan katak?

[Sebuah fantasi; gambar:http://nananghartoyo.files.wordpress.com/2008/10/katak_amolops.jpg%5D

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on December 16, 2011, in Cerita, Entahlah, Humor, Kegiatan, Kritik, Motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. aneh ya. itu katak nya kok ada dimana2 sih. rumahmu deket kebun ya? atau kolam ikan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: