Apa Benar Proses Sosialisasi Adalah Proses Pembelajaran?

Sudah satu semester lebih aku hidup di dunia baruku, dengan baju baru, teman yang baru –tapi kuharap teman lamaku tidak menghilang dan aku tidak meninggalkannya begitu saja-, pelajaran baru, guru baru, biayapun juga baru. Tidak bisa dihitung hanya dengan 2 lembar telapak tangan proses sosialisasi yang aku mengalaminya dan terlibat didalamnya.

Sebelum resmi menjadi siswa inipun, kukira sudah sangat banyak proses sosialisasi yang kualami, bahkan yang lari dari akal inipun juga sudah banyak tentu saja. Pada awal pendaftaraan, aku sudah mendapat pelajaran yang berharga dari orang yang gagah perkasa, badannya tidak kalah dengan Ade Rae, memiliki kumis unik diatas mulutnya yang menurutku kumisnya lebat juga, beliau berdiri di depan gerbang, kadang kadang keliling mengawasi peserta pendaftaran. Beliau adalah… Pak Hendri!
Ia tampak sangat galak dengan peserta pendaftaran, aku pernah dibentak olehnya karena suatu sebab: aku lelet! Pak hendri memarahi kami yang baris tidak teratur. Diam dengan sigap datang padaku. Tetapi kotraversi dari Pak Hendri ini sangat mencolok! Beliau sangat galak memang, tapi entah karena apa, saat aku resmi menjadi siswa sekolah ini, Pak Hendri berubah menjadi pelawak! Haha. Pak Hendri memberiku pelajaran yang mungkin beliau tidak merasakan bahwa beliau telah memberiku satu hal yang berharga: antre dan taat aturan. Dan itu adalah sebahagian kecil sosialisasi pertama kali di sekolah ini.
Ada juga sosialisasi dengan kakak kelas. Kami memang sudah sering bertemu sebelum ada disekolah ini. Sringkali diteras masjid, aku tertawa, dia juga tertawa tanpa mengerti apa yang aku tertawakan. Aneh kan? Sifatnya yang ramah dengan aksen humoris membuatku tidak ingin tinggal jauh darinya. Hingga aku diterima disekolah baruku. Dia masih terus membuatku kagum. Sekarang dia berada di kelas senior, kelas 12, dan aku lupa akan nama lengkap miliknya.
Sering sering disetiap pagi, ketika aku resmi menjadi awak peserta KBM sekolah ini, aku bertemu dengan orang yang menyapu, orang yang membuka pintu, orang yang mengepel lantai. Sungguh aku ingin berjasa dan berjuang keras seperti perjuangan mereka membersihkan sekolah. Sungguh, saat aku melihat mereka, dengan tubuh yang benar benar jantan, dengan fisik yang tegar, mereka melakukan pekerjaan pekerjaan yang tidak ringan. Walaupun gaji sebab ia bekerja, mungkin, tidak sebanyak perjuangan mereka. Tukang bersih bersih dan pak bon itu telah memberiku pengetahuan yang jauh lebih baik dari pada semua uang yang ada.
Sosialisasiku dengan guruku adalah hal yang paling sering terjadi, bahkan setiap aku menghadiri KBM. Aku duduk dikelas, memperhatikan guruku menerangkan. Kadang aku ramai hingga membuat guruku menegurku. Yang pasti, sosialisasi yang aku alami ini banyak berasal dari tindakan tindakan yang aku belum terlalu mengerti –lebih tepatnya lupa-  itu buruk atau baik. Dan telah benar proses sosialisasi adalah proses pembelajaran. Dan itu sangat sesuai dengan apa yang aku alami.

Advertisements

About fauzanfnr2

Tentang aku dan apa adanya saja

Posted on January 22, 2012, in Anak Muda, Cerita, Entahlah, Kegiatan, Motivasi, Saran, Tugas and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: