Blog Archives

Karena Malas Setitik Timbul Rajin Sebelanga (Part 2)

Hari Selasa diminggu yang sama pada jam pertama, Ms. Elizabeth datang ke kelas membawa buku buku yang dikumpulkan. Kulihat pekerjaan teman-temanku banyak yang dilingkari merah. Nilainyapun bahkan ada yang mengenaskan. Mendapat nilai 40 dari Ms. Elizabeth sudah merupakan suatu kebanggaan karena belum pernah ada yang mencapai nilai 35 pun.

Kuambil pekerjaanku dan kulihat. Mulai halaman pertama kulihat, tidak ada coretan merah. Aku binung. Kubuka halaman kedua, masih tidak ada coretan. Oh Ya Allah, apa gerangan yang terjadi? Kubuka halaman ketiga, tidak ada coretan. Begitu juga dengan halaman keempat. Segera kubuka halaman terakhir, aku merasa ada yang aneh. Pikiranku galau. Hatiku galau. Dadaku tidak seluas lapangan lagi. Firasatku menyatakan: hal buruk akan terjadi. Di halaman terkahir, ada tulisan Ms. Elizabeth yang ditulis dengan tinta merah: setelah pulang sekolah temui saya! Oh… Apakah hidupku akan berakhir setelah pulang sekolah nanti? Read the rest of this entry

Karena Malas Setitik Timbul Rajin Sebelanga (Part 1)

<<Ini adalah tugas bahasa Indonesia, membuat cerpen. Tolong diberi tanggapan dan saran biar dapat nilai yang bagus, hehehe>>

“Karena malas setitik, rusak rajin sebelanga” – anonymous

Sejak hampir 3 bulan aku sekolah di sekolah baruku, aku merasa ingin dan ingin sekali pergi menghibur diri, pergi dari semua jenis ikatan dan tekanan yang disebut dengan PR, tugas, makalah, dan apa yang memiliki hubungan yang sama dengan mereka. Mereka seperti hantu-hantu yang bergentayangan di kuburan kuburan.

Selama ini tugas kulaksanakan dengan santai, PR kukerjakan dengan tekun, meskipun hasilnya jauh dari satu angka 1 dan dua angka 0. Bagiku terserah guruku akan memberi nilai seperti apa, tapi untukku, asal tanggung jawab dan sudah berusaha, itu tak akan membuat masalah besar. Namun untuk kali ini, aku sangat berbeda, jauh dari pengharapan, melenceng dari apa yang seharusnya aku rasakan. Malas mulai datang ke dalam hatiku tanpa permisi… Read the rest of this entry

Bermain Pancasila

The Garuda PancasilaKegiatan pramuka di sekolahku adalah hal yang wajib bagi siswa yang memilihnya. Begitu juga denganku yang memeilihnya.

Pramuka di sekolahku ini adalah hal yang mengerikan. Kenapa? Well, ini berawal dari hari pertama saya masuk sekolah. Di dalam minggu pertama ada kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan atau bisa disebut PTA. Nah, PTA ini cukup sangat membuat kaget mental siswa. Selain kita harus cekatan, karena ini konteks pramuka, kita harus bertindak secara tanggung jawab dengan memiliki alasan yang jelas. Jika tidak, siap siaplah menerima auman kakak kakak Bantara (kami menyebutnya seperti itu)

Sangat membencinya, aku memutuskan untuk tidak mengikutinya. Namun, hari demi hari, jiwaku bergejolak untuk tetap berada dalam auman kakak kakak Bantara. Read the rest of this entry